Tinutuan, Bubur Tradisional Pagi dari Manado yang Kaya Nutrisi

suarapena.id – Tinutuan, yang juga dikenal sebagai bubur Manado, adalah hidangan sarapan khas dari Minahasa, Sulawesi Utara. Bubur ini terbuat dari perpaduan beras, labu kuning, serta umbi-umbian seperti ubi jalar atau talas, yang dimasak hingga lembut menyerupai bubur. Campuran ini kemudian diberi tambahan jagung manis dan sayuran hijau seperti kangkung, bayam, melinjo, dan kemangi, menciptakan tekstur kaya dan rasa alami yang menenangkan.

Apa yang membuat tinutuan unik adalah ragam toppingnya yang bisa disesuaikan selera. Tambahan bawang goreng, tahu goreng, daun bawang, irisan seledri, dan sambal dabu-dabu atau ikan cakalang asap memberikan sensasi gurih, pedas, dan segar sekaligus. Beberapa warung juga menyajikannya bersama mie (disebut miedal atau midal), menawarkan varian sarapan yang lebih kenyang.

Tinutuan bukan sekadar hidangan lezat, tetapi juga sarat manfaat kesehatan karena kandungan sayurannya yang tinggi serat, vitamin, dan mineral. Bahan lokal seperti labu kuning dan sayuran hijau menambah nilai gizi, serta cocok untuk mengawali hari dengan energi positif dan pencernaan yang sehat.

Yang menarik, tinutuan telah menjadi ikon kebudayaan kuliner Manado—sehingga sudah ditetapkan sebagai makanan tradisional kota pada tahun 2005. Sejak itu, tinutuan semakin mudah ditemukan di pusat kuliner seperti Wakeke, lengkap dengan jejeran lapak yang menawarkan variasi rasa dan topping yang otentik.

Bagi siapa saja yang ingin merasakan kuliner Indonesia Timur yang kaya rasa dan sehat, tinutuan adalah pilihan tepat. Hidangan ini tidak hanya menghangatkan perut, tetapi juga mewakili kekayaan lokal dan tradisi kuliner Nusantara yang patut diliwat kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *