Disc Golf, Olahraga Santai yang Sedang Booming di Seluruh Dunia (Update 2026)

suarapena.id – Disc golf (juga dikenal sebagai frisbee golf) adalah olahraga seru yang menggabungkan elemen golf tradisional dengan lemparan flying disc (seperti Frisbee). Tujuannya sederhana: lempar disc ke arah target berupa basket logam dengan rantai (chain basket) menggunakan jumlah lemparan sesedikit mungkin, mirip seperti memasukkan bola golf ke lubang.

Di tahun 2026, disc golf terus mengalami pertumbuhan eksplosif — lebih dari 16.000 lapangan di seluruh dunia, jutaan pemain aktif, dan jutaan ronde dimainkan setiap tahun. Olahraga ini murah, mudah diakses, ramah lingkungan, dan bisa dimainkan seumur hidup!

Berikut seorang pemain disc golf sedang melempar disc dengan presisi menuju basket di taman kota — momen klasik yang bikin ketagihan:

Sejarah Singkat Disc Golf

Disc golf mulai muncul secara spontan pada 1960-an setelah Frisbee diciptakan pada 1957. Kelompok-kelompok di berbagai tempat (seperti mahasiswa di Rice University, Texas, atau anak muda di California) mulai melempar Frisbee ke pohon atau tong sampah sebagai target.

Lapangan disc golf pertama yang resmi dibuka pada 1975 di California, AS. Sejak itu, olahraga ini berkembang pesat berkat Professional Disc Golf Association (PDGA) yang didirikan pada 1976. Pandemi COVID-19 justru mempercepat popularitasnya karena bisa dimainkan solo atau jaga jarak.

Di 2026, PDGA sudah mensertifikasi lebih dari 2.000 model disc dari ratusan produsen, dan keanggotaan aktif mencapai lebih dari 310.000 orang (data 2025, terus bertambah).

Aturan Dasar Disc Golf

  • Main seperti golf: mulai dari tee pad, lempar disc ke target basket.
  • Hitung jumlah lemparan (stroke) per hole.
  • Par biasanya 3–4 per hole (tergantung jarak).
  • Jika disc mendarat di rantai basket → hole selesai!
  • Aturan resmi diatur PDGA (diperbarui setiap tahun, termasuk versi 2026 yang lebih user-friendly).

Lapangan disc golf tipikal dengan banyak basket tersebar di antara pepohonan dan medan alami:

Peralatan Utama

Disc golf punya tiga kategori disc utama:

Jenis Disc Fungsi Utama Jarak Tipikal Kecepatan & Stabilitas
Distance Driver Lemparan jauh & cepat 100–150+ meter Tinggi, overstable/understable
Fairway Driver Kontrol & akurasi jarak menengah 80–120 meter Sedang
Midrange Serba guna, akurat 60–100 meter Sedang
Putter Lemparan pendek & putting <80 meter Stabil, paling akurat

Berat disc biasanya 150–180 gram, diameter sekitar 21 cm. Bahan plastik khusus membuatnya tahan lama dan bisa terbang jauh.

Berbagai jenis disc golf: driver jarak jauh (kiri), midrange, dan putter (kanan) — pilihan yang tepat sangat memengaruhi permainan:

Mengapa Disc Golf Begitu Populer di 2026?

  • Murah: Banyak lapangan gratis (89% di dunia), satu set disc pemula cukup Rp500.000–Rp1.500.000.
  • Aksesibel: Cocok untuk semua umur, gender, dan kemampuan fisik.
  • Outdoor & sosial: Bisa main sendiri atau bareng teman, sangat ramah lingkungan.
  • Booming global: Lebih dari 20 juta ronde dicatat di app UDisc saja pada 2024, dan terus naik. AS punya ribuan lapangan, diikuti Finlandia, Kanada, dan negara-negara Eropa.
  • Pro tour: Disc Golf Pro Tour (DGPT) dan kejuaraan dunia WFDF menarik ribuan penonton.

Tips Memulai Disc Golf

  1. Cari lapangan terdekat via app UDisc (peta + skor).
  2. Beli set pemula (3–4 disc: putter, midrange, driver).
  3. Mulai dengan lemparan dasar: backhand dan forehand.
  4. Main dengan teman atau ikut grup lokal — komunitas sangat ramah!
  5. Fokus ke akurasi dulu, bukan jarak.

Disc golf bukan hanya olahraga — ini gaya hidup outdoor yang santai, menyenangkan, dan terus berkembang. Di era 2026, semakin banyak orang menemukan kebebasan melempar disc di taman, hutan, atau lapangan kota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *